Apa saja sifat mekanis dari Unsaturated Polyester Resin (UPR)?
Resin Poliester Tak Jenuh (UPR) adalah pekerja keras dalam industri manufaktur komposit. Memahami sifat mekanik dan fisiknya sangat penting untuk pemilihan material dan desain struktural.
Sifat Mekanis Utama dari UPR yang Disembuhkan:
- Kekuatan Tarik: Biasanya berkisar antara 40 hingga 90 MPa, tergantung pada formulasi spesifik (ortho vs. iso) dan keberadaan pengisi.
- Kekuatan Lentur: Umumnya 80 hingga 130 MPa. Ini adalah ketahanan terhadap gaya lentur, yang sangat penting untuk aplikasi struktural.
- Modulus Lentur (Kekakuan): Kira-kira 3.000 hingga 4.500 MPa, mengindikasikan material yang cukup kaku.
- Pemanjangan saat Istirahat: Biasanya rendah, berkisar antara 1% hingga 3%, yang berarti ini adalah bahan yang agak rapuh. Vinyl ester dan resin yang dikeraskan dengan karet menawarkan perpanjangan yang lebih tinggi.
- Kekuatan Dampak Izod: Berkisar antara 15 hingga 30 kJ/m², tetapi dapat ditingkatkan secara signifikan dengan menambahkan penguat serat kaca.
- Kekerasan (Barcol): UPR yang diawetkan biasanya mencapai kekerasan Barcol 35 hingga 50, yang mengindikasikan bahwa UPR tersebut merupakan permukaan yang keras dan kaku.
Sifat Fisik Kritis:
- Kepadatan: Biasanya 1,1 hingga 1,3 g/cm³ apabila diawetkan dan tidak diisi.
- Suhu Distorsi Panas (HDT): Biasanya 50°C hingga 110°C. Di atas suhu ini, resin mulai melunak. Resin suhu tinggi bisa melebihi kisaran ini.
- Penyusutan: UPR menyusut sekitar 4% hingga 8% berdasarkan volume pada saat pengawetan, yang harus diperhitungkan dalam desain cetakan.
Ketika UPR dikombinasikan dengan tulangan fiberglass (menciptakan komposit FRP), sifat-sifat ini meningkat secara dramatis, terutama kekuatan, kekakuan, dan ketahanan terhadap benturan.



